Setiap daerah memiliki makanan khas tersendiri. Apalagi dalam sebuah negara. Aneka kue basah hingga kering khas sebuah daerah atau negara bisa menjadi hal menarik untuk diperbincangkan. Ya, membicarakannya saja sudah membuat kita tergiur, apalagi jika memakannya. Tapi tunggu dulu! Kita memang sering tergiur dengan makanan tradisional khas negara lain. Namun, masihkah kita juga tergiur dengan makanan tradisional negeri kita sendiri? faktanya, makanan tradisional kini mulai tertutup oleh makanan – makanan khas barat dan asia lainnya.

Sebagai contoh Pizza, burger, spagheti, takoyaki, sushi dan ramen menjadi salah satu contoh makanan yang sangat populer khususnya di kalangan remaja – remaja di Indonesia. Melihat kondisi seperti ini, muncullah satu pertanyaan, bagaimanakah keberadaan kue tradisional negeri kita sendiri?

Jika kita sering pergi ke pasar, kita pasti masih bisa menemukan aneka kue basah yang dijajakan disana. Dan siapa pembelinya? Mayoritas pembeli kue basah adalah ibu – ibu, bapak – bapak, hingga kakek dan nenek. Meskipun demikian, ada juga beberapa kalangan muda yang ikut membeli kue basah tersebut. sayangnya, jumlah remaja dan anak – anak mungkin bisa kita hitung. Sebenarnya apa yang menyebabkan kue tradisional kurang diminati?

  1. Munculnya aneka kue khas dari belahan dunia lain yang dianggap lebih unik dan memiliki rasa enak adalah salah satu alasan mengapa kue tradisional kita kalah pamornya. Padahal. Perasaan yang sama juga pasti dirasakan oleh orang di belahan negara lain terhadap kue tradisional kita. mereka juga akan menganggap kue kita memiliki bentuk dan rasa unik yang tak kalah menggiurkan.
  2. Kemasan yang sederhana bisa jadi sebagai salah satu pemicu mengapa kue tradisional kita kalah pamornya.
  3. Orang tua. ya. Jika orang tua tidak memperkenalkan aneka kue tradisional indonesia pada anak – anaknya, maka besar kemungkinan anak pun tidak mengenal dan tidak menyukainya

Oleh karena itu, kita perlu sebuah cara agar kue tradisional Indonesia bisa kembali berada di puncaknya. Caranya?

  1. Jangan hanya menjual kue tradisional dipasar, tapi juga di toko yang lebih modern lagi seperti di moll.
  2. Jika anda berminat, buatlah usaha kue tradisional dengan kemasan yang lebih menarik.
  3. Ajak buah hati anda untuk turut mencicipi aneka kue tradisional sejak dini.