Bagi yang tertarik dengan berbisnis pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah reseller, yaitu menjual ulang produk dari agen atau distributor dengan harga yang berbeda dari distributor maupun agen.Keuntungan tersebut bisa kamu dapatkan berlipat-lipat jika kamu mengambilnya dari produsennya langsung atau dari pembuatnya, jadi harga yang akan kamu jual bisa lebih murah dan untungnya cukup lumayan.

Menjadi seorang reseller produk adalah cara berbisnis yang tidak terlalu ribet, kamu cukup mengambil produk dari pengrajin, kemudian menjualnya kembali dengan keuntungan yang yang bisa kamu sesuaikan, atau kamu memperomosikan produk kepada orang lain, jika ada yang membelinya kamu bisa ambil dari pemilik, kemudian menjualnya kepada pembeli.

Jika kamu serius menggelusi bisnis tersebut, lumayan buat uang jajan tambahan yang bisa kamu dapatkan sehari-hari.Sebagai pebisnis tentunya mengalami naik turunnya usaha tersebut dengan berbagai faktor, mulai dari ketersediaan produk, produk kurang diminati, konsumen sudah mulai bosan dan lainnya, hal tersebut sering dialami oleh pebisnis pemula maupun pebisnis yang sudah lama berkecimpung dalam berbisnis.

Perlu kesadaran dan kesabaran dalam mengembangkan usaha tersebut, mencari ide-ide baru lebih baik sebagai inovasi yang berbeda dan banyak diminati oleh orang banyak, terutama calon pembeli.Sebagai contoh, kamu menjual keripik yang mungkin orag lain juga banyak yang menjual keripik di pasaran, tapi jika kamu memiliki ide berbeda, keripik singkong atau keripik pisang bisa kamu sulap menjadi makanan yang berbeda dan berinovasi.

Seperti keripik singkong coklet, keripik pisang coklat, keripik pedas dengan tingkatan level berbeda, dan lain sebagainya.Biasanya orang akan tertarik dengan produk yang aneh dan jarang ditemukan di pasaran, sehingga peluang tersebut bisa kamu manfaatkan untuk menggaet calon pembeli.

Berbisnis memang gampang-gampang susah, yang gampangnya ketika kita mendapat pelanggan yang banyak, sehingga produk yang dijual akan lebih laku, tapi susahnya adalah ketika produk yang dijual tidak banyak yang diminati dan pada akhirnya bisnis tersebut gulung tikar. Kuncinya adalah banyak berinovasi agar pembeli tidak merasa bosan.