Selain topi, tas, sandal, atau sepatu masih ada barang-barang fashion yang sangat penting kehadirannya. Barang ini memang berbentuk kecil dan seringkali keberadaannya tidak terlihat orang. Namun walaupun demikian,  absennya barang ini membuat tak nyaman para pemakainya. Nah, barang kevil yang dimaksud adalah ikat pinggan, sabuk,  atau gesper. Ikat pinggang memang tersedia dengan beberapa bahan.

Ada yang terbuat dari kain, ada yang terbuat dari karet, bahkan adajuga yang terbuat dari kulit asli. Ikat pinggang yang berasal dari kulit asli inilah yang menjadi incaran banyak orang. baik laki-laki maupun perempuan. Memang banyak alasan mengapa lebih menyukai ikat pinggang dari kulit asli bila dibanding dengan bahan-bahan lainnya.

Sabuk atau ikat pinggang dari kulit asli pun sangat beragam bahannya. Yang sering kita temukan adalah ikat pinggang dari kulit sapi atau kulit domba. Selain dari dua kulit hewan inipun, masih ada juga ikat pinggang yang berbahan dari kulit hewan yang cukup langka sehingga harganya lumayan mahal dan tidak mudah dicari.

Misalnya saja ikat pinggang yang berbahan kulit ular, ikat pinggang dari kulit buaya, ikat pinggang dari kulit harimau, dan dari kulit-kulit hewa langka lainnya. Memiliki ikat pinggang dari bahan kulit asli tersebut apalagi dari kulit hewan yang langka menimbulkan sensasi kesenangan tersendiri. Oleh karenanya, tentu saja perawatan terhadap ikat pinggang dari kulit asli ini perlu diperhatikan secara seksama.

Adapun cara yang harus dilakukan agar ikat pinggang atau sabuk yang sudah kita miliki awet dan semakin bagus adalah dengan melakukan hal-hal berikut. Pertama, harus membersihkannya dengan meggunakan cairan khusus pembersih kulit asli yang diaplikasikan dengan digosokkan oleh kapas. Setelah itu basuhlah dengan menggunakan air yang bersih. Kedua, keringkan ikat pinggang tersebut tanpa menjemurnya dengan sengatan matahari secara langsung, cukup dengan mengangin-anginkannnya saja.

Dan ketiga, setelah kering sempurna, ikat pinggang tersebut haruslah disimpan di sebuah kotak yang tertutup dengan cara digulung. Perhatikan suhu tempat penyimpanan ikat pinggang tersebut jangan sampai lembab. Karena kelembaban akan mengakibatkan ikat pinggang ditumbuhi jamur dan menyebabkan rapuh dan rusak.